Ventilator Covid-19 Inovasi ITS Hasil Bimbingan BPFK Surabaya Siap Memasuki Tahap Uji Klinis



Ventilator Covid-19 Inovasi ITS Hasil Bimbingan BPFK Surabaya Siap Memasuki Tahap Uji Klinis


BPFK Surabaya – Menyusul upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, di tengah gencarnya vaksinasi, pada Jumat (26/02) lalu telah dilakukan koordinasi terkait uji klinis ventilator Inose yang merupakan inovasi dari ITS Surabaya di Laboratorium Kalibrasi Alat Kesehatan BPFK Surabaya. Dalam agenda tersebut, Tim Uji Klinis diwakili Dr. Anggraini Dwi dan dari BPFK Surabaya diwakili oleh Ketua Tim Uji Produk Alat Kesehatan BPFK Surabaya Tri Dedi Setyawan yang secara khusus melakukan diskusi mengenai kesiapan ventilator yang sebelumnya telah lolos uji produk tersebut.

Sebelum masuk ke tahap akhir pengujian, BPFK Surabaya terus melakukan pendampingan dalam proses pengembangannya. Mulai dari awal pembuatan ventilator tepatnya pada bulan Maret 2020 hingga saat ini telah memasuki tahap uji klinis. Pendampingan ini bertujuan supaya ventilator yang nantinya dikomersilkan secara massal telah memenuhi standar BPFK Surabaya yang berbasis SNI ISO 80601-2-12 dan IEC 62353.

Mengutip tulisan Ketua Tim Uji Produk Alat Kesehatan BPFK Surabaya dalam jurnalnya mengenai standar uji klinis ventilator, sebelum dilakukan uji klinis yang terdapat beberapa fase, ventilator harus terlebih dahulu lolos uji performansi. Ventilator Covid-19 buatan ITS Surabaya yang berbasis desain ambu bag ini telah melawati berbagai tahapan uji hingga akhirnya dinyatakan layak untuk dilanjutkan ke tahap uji klinis. Ventilator ini termasuk ke dalam kategori emergency ventilator produksi lokal dengan mengembangkan ventilator medis yang telah ada sebelumnya, yaitu dengan menambahkan mekanisme motor listrik sehingga dapat digunakan secara otomatis. Hal ini menggantikan ventilator manual yang dapat membuat petugas medis kehabisan tenaga hingga resiko tertular virus Covid-19 yang semakin tinggi.

Diharapkan dengan masuknya ventilator ini ke dalam tahap uji klinis, pengembangan ventilator hasil bimbingan BPFK Surabaya ini dapat segera digunakan secara masal dan dapat berkontribusi untuk penanganan pasien Covid-19 yang masih tinggi.